Cara Saya Introspeksi Diri Agar Jualan Makin Lancar

Posted on

Untuk membuat bisnisnya berubah ke arah yang lebih baik, berurutan, insyaAllah akan ada perubahan. Lantas apa saja langkahlangkahnya? Ikuti ya. Coba Saya tanya, siapa yang bisa membuat bisnis kita sukses besar??

Kalau tiba-tiba dapat pertanyaan seperti itu, Saya yakin mayoritas orang menjawab dengan jawaban yang sama. Yaitu satu-satunya yang bisa membuat bisnis kita besar adalah Allah Ta’ala. Ya, cuma Allah saja yang bisa seperti itu.

Lalu kalau sudah tau seperti itu, kenapa saat berbisnis masih berharap dengan yang lain?? Hayoo. . . #JLEB ! Kesalahan mereka yang bisnisnya mentok adalah karena bergantung kepada selain Allah. Bergantung kepada bisnisnya, datanya, ilmunya, relasinya, produknya, strategi, dan sejenisnya. Telan tuh itu semua. Rasain, hehe. Ujungnya babak belur kan? Karena memang itu semua bukan penyebab utama bisnis berhasil.

Bisnis bisa berhasil karena Allah ijinkan, bukan semata-mata karena kemampuan pengusahanya. Nah, lantas bagaimana cara dapat ijin Allah? Jawabannya adalah setting niat kita.

Mohon maaf, Selama ini, mungkin kalau ada yang bisnisnya biasa-biasa saja, itu karena niatnya biasa-biasa saja. Bukankah hasil yang kita dapat, tergantung niatnya? Niat dapat dunia saja, akan dapat dunia saja. Niat dapat akhirat, akan dapat akhirat. Fakta dilapangan adalah . . .

Karena niatnya biasa, untuk dirinya sendiri, akhirnya banyak orang mensabotase proses bisnisnya. Ketemu masalah  sedikit, istirahat. Ketemu hal sulit dikit, ngeluh. Ketemu ujian, nyerah. Itu semua karena niatnya kecil.

“Niatnya Kecil = Energinya Kecil”

Karena itu Saya mengajak siapa saja, kalau ingin bisnis berubah, coba besarkan niatnya. Mereka yang bisnis untuk dirinya sendiri, berbeda dengan yang bisnis untuk keluarganya. Mereka yang bisnis untuk keluarganya sendiri, berbeda dengan yang bisnis untuk orang banyak. Mereka yang bisnis untuk orang banyak, berbeda dengan yang bisnis untuk umat.

Semakin besar niatnya, semakin besar pertolongan Allah. Kita ini pada dasarnya gak bisa apa-apa. Terbatas kemampuannya. Lemah, gak berdaya. Kalau bisa sesuatu, itu semata-mata karena Allah ijinkan. Karena itu, selalu ingat bahwa Allah menilai niat hambanya. Ada niat, ada pertolongan Allah.

Hidup cuma 1 kali. Rugi kalau niatnya kecil. Jangan pusingkan keterbatasan diri. Pikirkan saja ke Maha Besaran Allah. Itu langkah pertama. Mau bisnis berubah setelah sekian lama gitu-gitu aja? Yuk besarkan niatnya. ^^

“Niatnya Besar, Pertolongan Allah Dekat”

Setelah niatnya lebih besar, maka lakukan evaluasi. Cari tau apa penyebab kenapa bisnisnya gitu-gitu aja. Temukan apa pangkal masalahnya. Ambil waktu sendiri, tanpa gangguan siapapun. Lalu mulailah
menganalisa.

Bertanya ke diri sendiri, “Apa sih yang menyebabkan bisnis Saya gini-gini aja??” Pesan Saya, saat muhasabah, jangan sekali-sekali menyalahkan siapapun. Kalau mau menyalahkan, salahkan diri sendiri aja.

Kenapa?

Saya percaya bahwa apapun hal yang menimpa diri kita itu terjadi karena ulah kita sendiri.

Bukankah sudah jelas??

Seluruh jin dan manusia bergabung mau mencelakakan kita, kalau Allah gak ijinkan, mustahil itu bisa terjadi. Padahal itu semua manusia dan jin bergabung lho.

Terus kenapa koq ada masalah??

Ya karena diri kita sendiri. Kitanya bermasalah, jadinya bisnis ikutan bermasalah. Benar?

Jadi jangan salahkan siapa-siapa, fokus aja menemukan apa yang bermasalah dari diri sendiri. Apakah masalah muncul karena . . . Gak tau ilmunya Kurang konsiten praktiknya Masih suka nunda Akhlaknya dengan orang lain bermasalah Ada dosa yang argonya terus berjalan Atau apa?

Saat melakukan muhasabah ini, jangan lupa berdoa ke Allah minta petunjuk. Mungkin ada yang luput karena keterbatasan pengetahuan, jadi kita butuh berdoa. Minta Allah tunjukan. Paham sampai sini?

Muhasabah, evaluasi. Cari tau apa sumber masalahnya.

“Yang Baik-baik Datang Dari Allah. Yang Buruk-buruk Terjadi Karena Ulah Manusianya Itu Sendiri”

Sudah tau masalahnya terus apa? Terus selesaikan. Kalau masalahnya ada di kebiasaan, langsung stop kebiasaannya, jangan lakukan lagi. Kalau masalahnya merembet kemana-mana, coba diselesaikan satu persatu dan jangan diulangi lagi.

Sukses itu ada polanya, sama seperti gagal juga ada polanya. Dan pola sukses itu kebalikan dari pola gagal.

“Sukses Berpola, Gagal juga Berpola”

Jadi kalau mau sukes, jangan lakukan yang orang gagal lakukan. Alias kalau mau dapat hasil yang lebih baik, maka coba balik sikapnya. Misal. . . Masalahnya di pengetahuan, maka lakukan sebaliknya, yaitu belajar. Masalahnya adalah suka malas-malasan, maka lakukan sebaliknya,

jadilah lebih rajin. Atau Masalahnya adalah punya maksiat rutin, maka lakukan sebaliknya, stop maksiatnya.

Cara menyelesaikan masalah itu sebenarnya mudah. Yaitu lakukan hal yang berlawanan dengan pemicu masalah. Itulah kenapa kalau ada orang sakit. Yang dianjurkan dokter selain memberikan obat adalah kurangi makan ini itu, atau hindari kebiasaan ini itu.

Karena sakit sebenarnya muncul karena makanan dan kebiasaan,jadi dokter menyuruh untuk lakukan sebaliknya. Dan ini gak hanya berlaku dibisnis saja. Tapi di hidup juga. Masalah dalam hidup muncul, seringnya karena gak taat ke Allah. Makin jauh dan makin lupa ke Allah, makin bermasalah hidup. Makin dekat dan makin ingat ke Allah, maka setiap ujian solusinya terasa dekat.

Jadi, kalau punya masalah karena gak taat ke Allah, maka solusinya adalah lakukan sebaliknya. Taatlah. Lakukan sebaliknya, hasilnya akan berbeda. Setelah tau apa masalahnya, selesaikanlah masalah-masalah itu.

Kalau bagian ini sudah clear, maka kita lanjut ke langkah berikutnya. Karena ini dalam rangka menyulap bisnis yang begitu-begitu aja jadi berubah, maka langkah yang harus dilakukan setelah menyelesaikan penyebab masalah adalah menentukan mau apa, dan apa strategi untuk mencapai itu.

Dibagian ini kita harus paham bahwa mengubah kondisi itu butuh waktu. Gak bisa sehari dua hari. Atau seminggu dua minggu. Kalau ada yang begitu, itu namanya sihir alias magic. Dan magic itu haram hukumnya, hahaha.

Menurut Saya yang tepat adalah buat perencanaan 1 tahun kedepan. Jadi targetnya adalah kondisi bisnis harus berubah dalam 1 tahun. Okelah tahun ini bisnis gitu-gitu aja, tapi tahun depan bisnis harus berubah. Syukur-syukur kalau bisa lebih cepat dari itu.

Nah, pesan Saya saat menentukan tujuan diawal-awal goalnya 1 aja dulu. Tentukan 1 goal yang menarik buat dicapai dan sudah ada bayangan untuk mencapainya. Kenapa cuma 1 goal aja?? Karena terlalu banyak goal bikin gak fokus. Gak fokus ini adalah sumber masalah baru, hehe.

Banyak orang tidak mencapai apa-apa dalam hidupnya, karena terlalu banyak goalnya. Otak dan tubuh gak terbiasa dengan goal yang banyak, jadinya goal malah dilupakan, hehe. Karena itu, diawal-awal 1 goal aja dulu. Lebih baik punya 1 goal yang dihayati sepenuh jiwa dan berusaha mati-matian mencapainya. Daripada punya banyak goal, tapi gak ada yang tercapai satupun, ups, hehe.

Nanti dimasa depan, kalau sudah terbiasa dengan goal, punya goal lebih dari 1 oke. Tapi kalau belum terbiasa, 1 aja ya. Gak usah serakah, hehe. Contoh misal 1 goal itu adalah . . . Punya penghasilan 10 juta perbulan Tembus omset 100 juta perbulan Tabungan nikah Lunasi hutang Atau lain-lain Pilih 1 goal yang paling berdampak kepada kehidupan.

Kalau sudah tau goalnya, selanjutnya adalah susun rencana. Susun strateginya sedetail mungkin. Program 1 tahun, program tiap bulan, program mingguan, sampai harus detail besok mau apa. Ya, harus punya program harian. Wajib detail, supaya gak cuma khayalan, hehe. Masalahnya. . .

Kalau diminta nyusun rencana, banyak yang gak tau harus apa. Ngeblank, alias gak kebayang apa-apa. Ada yang begitu? Lantas apa solusinya? Solusinya cuma 1. Cari ilmunya, alias belajar. Saya sering sampaikan ke agen entrepreneurID “Seriuslah mengejar ilmu, buku, guru. Dengan begitu, insyaAllah rezeki akan serius mengejar-ngejar kita”.

Jadi kalau gak tau harus apa, ya solusinya adalah cari orang yang bisa ngajari. Tambah pengetahuannya, pelajari ilmunya. Tips tambahan dari Saya, jika benar-benar serius ingin bisnisnya berubah gak gitu-gitu aja, maka saat belajar, belajarlah maksimal ke 5 orang saja.

Ya, buat daftar 5 orang yang ilmunya benar-benar dibutuhkan. Kenapa begitu? Karena saat ini terlalu banyak informasi yang membuat kita gak bisa fokus. Kalau belajar ke lebih dari 5 orang sekaligus, yang ada malah seseorang akan bingung harus melakukan apa. Karena itu, tutup informasi lain lalu belajarlah ke maksimal 5 orang saja yang ilmunya benar-benar dibutuhkan. Misal bisnis bermasalah di penjualan, maka belajarlah ke yang bisa ngajari tentang penjualan.

Misal bisnis bermasalah di mindset, maka belajarlah ke yang bisa ngajari tentang mindset. Dan sejenisnya. Saya menyarankan begini, bukan tanpa sebab. Coba cek orang-orang yang berhasil.

Mereka mungkin belajar ke banyak orang, tapi orang-orang itu hanya punya beberapa guru yang benar-benar mempengaruhi mereka. Saya bisa mengatakan ini, karena Saya juga punya pengalaman yang sama. Saya dulu muntah informasi, hehe. Setelah Saya saring kebutuhan Saya, dan fokus ke sedikit sumber ilmu, bisnis Saya berubah. Jadi kesimpulannya, belajarnya benar-benar hanya ke beberapa orang yang kita butuhkan ilmunya. Carilah guru yang memenuhi 3 kriteria ini

  • 1.Teruji Ilmunya Ketika belajar ke dia, wawasan kita bertambah. Ilmunya praktis untuk dipraktikan. Begitu dipraktikan, membawa perubahan.
  • 2. Teruji Amalnya Dianya melakukan yang dia ajarkan. Dianya gak berhenti belajar. Saat berbagi, dia juga sekaligus belajar.
  • 3. Teruji Akhlaknya Saat interaksi dengannya kita jadi orang yang lebih baik. Tutur kata, sikap, bahkan iman semakin baik. Tulus saat mengajar. Ingin orang lain jadi lebih baik. Nah, kalau ketemu 3 kriteria ini dalam 1 orang, jadikan orang itu guru, ambil ilmunya.

Jelas sampai sini? Punya 1 goal, buat rencana detail untuk mencapainya. Kalau gak tau rencananya, maka cari ilmunya. Cari yang bisa ngajari.

“Cari Guru yang Teruji Ilmunya, Amalnya, Akhlaknya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *