Solusi Untuk “Bisnis Sudah Lama Tapi Gitu-Gitu Aja”

Posted on

Niat sudah besar, sumber masalah sudah selesai, dan sudah ada rencana. Maka selanjutnya adalah action. Rencananya dieksekusi. Inilah kenapa di poin sebelumnya Saya sampaikan bahwa rencananya dibuat sedetail mungkin. Dari rencana tahunan, bulanan, mingguan, sampai harian.

Kenapa harian? Supaya kebayang harus ngapain di lapangan. Intinya action ya, jangan hanya rencana dan wacana saja, hehe. Pesan Saya, saat mengeksekusi rencana cobalah untuk konsisten.

Konsisten artinya adalah melakukan sesuatu tanpa putus satu hari pun. Buat apa konsisten?? Karena konsisten adalah pembeda antara mereka yang bisnisnya tumbuh dengan mereka yang bisnisnya gak kemana-mana.

Bayangkan aja, kalau actionnya putus-putus. Saat mood action, kalau gak mood malas-malasan. Kira-kira yang begini bakal mencapai sesuatu gak? Gak mungkin toh. Karena itu, jangan menunda. Jangan putus rantai konsistennya.

Salah satu musuh utama seorang pengusaha sebenarnya adalah penundaan. Pengusaha gak punya bos yang mengatur. Pengusaha bebas mau kerja kapanpun mereka mau. Masalahnya, pintu menunda jadi terbuka lebar. Nah, coba lawan ini. Jangan tunda hal yang bisa dikerjakan hari ini. Karena sekali menunda satu hal, maka di masa depan akan menunda banyak hal.

Gak mau kan? “Penundaan adalah Musuh Seorang Pengusaha” Maksudnya jangan usaha seadanya. Saat action, berikan semaksimal mungkin. Kalau masih ada kesempatan untuk memberikan terbaik, maka berikan saja yang terbaik.

Salah satu hal yang jadi penghambat bisnis besar adalah karena pengusahanya hitung-hitungan. Pengusaha yang hitung-hitungan ciri-cirinya adalah transaksional. Merasa paling berjasa, gemar mengeluh, iri dengan hasil orang lain. Padahal, siapa yang hitung-hitungan dalam melakukan sesuatu, maka rezekinya bisa kehitung. Sebaliknya, siapa yang tidak hitunghitungan dalam melakukan sesuatu, maka rezekinya tidak bisa kehitung.

Jadi, saat mengeksekusi rencana, jangan hitung-hitungan. Lakukan sebaik-baiknya, lupakan yang dilakukan, dan lanjutkan ke tugas berikutnya. Istilah Saya . . . Give The Best, Forget the Rest, and What Next. Jangan berfikir hidup pengusaha serba nyaman setiap hari.

Banyak koq pengusaha yang Saya kenal, yang omzetnya sudah miliaran harus merelakan jam istirahatnya karena urusan bisnis. Bahkan ada yang harus rela lembur untuk menyelesaikan masalah bisnisnya. Mereka tidak hitung-hitungan dalam melakukan sesuatu, sehingga rezeki mereka jadi gak terhitung.

Kalau masih ada yang mengatakan Saya sudah ini, tapi . . . . Saya melakukan ini, tapi . . . Saya sudah berkorban ini, tapi . . . Nah, itu tanda-tanda masih hitung-hitungan. Buang jauh-jauh sifat yang seperti itu. Give the best, Forget the Rest, and What Next . . .

“Siapa yang Action pakai Hitung-hitungan, Rezekinya Mudah Kehitung. Siapa yang Action tanpa Hitung-hitungan, Rezekinya Tidak Terhitung” .

Yang ini wajib dilakukan, gak ada kompromi. Kalau memang belum bisa bahagiakan orang tua dengan harta, maka bahagiakan mereka dengan sikap dan kata-kata. Di depan orang tua, berusahalah menyenangkan mereka dengan sikap-sikap kita. Di depan orang tua, pilihlah kosa kata yang menyenangkan untuk mereka. Kenapa orang tua? Alasannya karena Saya gak pernah lihat orang sukses yang punya masalah dengan orang tuanya. Biasanya. . . Urusan dengan orang tua beres, insyaAllah urusan lainnya beres. Tapi ketika urusan dengan orang tua berantakan, urusan lainnya pasti berantakan.

Jadi jangan mimpi bangun bisnis yang menghasilkan, kalau sama orang tua sikap dan kata-katanya sembarangan. Perbaiki urusan dengan orang tua kita. Doakan mereka, dan minta doa dari mereka. Yang perlu dicatat disini, Berbakti bukan hanya karena ingin bisnis membaik. Tapi berbakti karena itu adalah perintah Allah.

Kenapa niatnya seperti itu? Kalau cuma niat pingin bisnis baik, maka pasti akan dapat itu.

Tapi kalau niatnya karena Allah, maka akan dapat lebih dari itu. Jadi jaga hubungan dengan orang tua ya. Senangkan mereka. Bukan dalam rangka mengejar dunia, tapi dalam rangka taat kepada Allah.

Oke? “Tidak ada Orang Sukses yang Bermasalah dengan Orang Tuanya” Yang punya salah kepada orang tuanya, maka minta maaflah. Yang sudah lama gak menghubungi orang tuanya, maka hubungilah. Yang suka buat jengkel orang tuanya, maka berubahlah.

Sekali lagi, Kalau memang belum bisa bahagiakan orang tua dengan harta, maka bahagiakan mereka dengan sikap dan kata-kata.

Gimana?
Jelas apa yang harus dilakukan?

Kalau bisnis sudah lama, tapi ngerasa bisnisnya gak kemana-mana dan hasilnya segitu-segitu aja, maka lakukan ini

  • 1. Besarkan niatnya. Allah menilai niat, dan hanya Allah yang bisa menolong kita.
  • 2. Temukan apa masalahnya. Apa yang salah dalam diri sendiri sehingga berdampak ke bisnis.
  • 3. Selesaikan masalahnya. Lakukan kebalikan dari penyebab masalah. Stop kebiasaan, jangan ulangi masalah yang sama.
  • 4. Tentukan goal, dan buat rencana. 1 goal saja, dan rencananya wajib sedetail mungkin. Kalau gak tau harus apa, maka cari yang bisa ngajarin.
  • 5. Jangan tunda eksekusi rencana. Eksekusi rencana sekonsisten mungkin. Menunda adalah musuh terbesar seorangpengusaha, lawanlah.
  • 6. Jangan hitung-hitungan. Berikan yang terbaik, lupakan yang sudah dilakukan, lanjutkan ke tugas berikutnya.
  • 7. Perbaiki dan senangkan orang tua. Tidak ada orang sukes yang punya masalah dengan orang tuanya. Silahkan lakukan ketujuh hal ini, karena inilah yang sebenarnya Saya lakukan ketika dulu bisnis Saya gitu-gitu aja.

Ya, Saya sharing dari pengalaman pribadi, bukan teori doang. Ini pengalaman mahal, jadi jangan di sia-siakan ya.

1 comment

Leave a Reply to A WordPress Commenter Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *